Pentingnya Pengawasan Partisipatif dalam Pemilu dan Pemilihan, Usman Ajak Peserta P2P Jadi Agen Penyebarluasan Informasi ke Masyarakat
|
BENGKALIS, Bawaslu Bengkalis – Ketua Bawaslu Kabupaten Bengkalis Usman, mengajak seluruh peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 untuk menjadi agen penyebarluasan informasi dan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pengawasan partisipatif dalam penyelenggaraan pemilu maupun pemilihan.
Ajakan tersebut disampaikan Usman saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 Bawaslu Kabupaten Bengkalis, Sabtu (13/6) di Aula Bawaslu Bengkalis. Menurutnya, pengawasan pemilu maupun pemilihan bukan semata-mata menjadi tanggungjawab Bawaslu sebagai lembaga pengawas, melainkan juga merupakan tugas bersama seluruh elemen masyarakat.
Bawaslu Bengkalis sebagaimana disampaikan Usman, berharap kepada peserta setelah mengikuti P2P ini, dapat menjadi agen pengawas pemilu di tengah masyarakat, menyebarluaskan informasi dalam meningkatkan pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu dan pemilihan melalui pendekatan partisipatif.
Dalam pemaparannya, Usman juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawal setiap tahapan pemilu dan pemilihan. Menurutnya, pengawasan partisipatif merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta dapat menjadi perpanjangan tangan Bawaslu dalam memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa pengawasan pemilu dan pemilihan bukan hanya tugas Bawaslu, tetapi tugas kita bersama sebagai warga negara yang peduli terhadap demokrasi,” tegas Usman lagi.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan dapat membantu mencegah terjadinya pelanggaran serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu dan pemilihan. Dengan keterlibatan masyarakat, setiap potensi pelanggaran dapat lebih cepat terdeteksi dan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif ini diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai unsur, di antaranya organisasi kemahasiswaan, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat umum. Kehadiran berbagai elemen tersebut diharapkan dapat memperkuat peran pengawasan partisipatif dalam penyelenggaraan pemilu dan pemilihan, serta menjadi mitra strategis Bawaslu dalam menyebarluaskan pemahaman kepemiluan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Bengkalis berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mengawal jalannya demokrasi yang berintegritas. Dengan adanya Pendidikan Pengawas Partisipatif, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya peran mereka dalam menjaga kualitas demokrasi serta turut berkontribusi dalam menciptakan pemilu dan pemilihan yang demokratis, aman, dan berkeadilan.(humas_bawaslubks)
Penulis dan Foto : Novella Ayu Astuti, S.Kom
Editor : Marzuli, S.HI