Lolly Suhenty Minta Bawaslu Terus Terhubung ke Masyarakat, Rapat Konsolidasi Nasional Penguatan Tata Kelola Kelembagaan Pengawas Pemilu
|
Bawaslu Bengkalis, JAKARTA – Anggota Bawaslu RI yang juga Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Lolly Suhenty meminta agar Bawaslu se-Indonesia terus terhubung ke masyarakat. Ini penting, karena kerja-kerja pengawas pemilu tidak terlepas dari peran penting masyarakat secara luas.
Demikian ditegaskan Lolly Suhenty sebagaimana dicatat Ketua Bawaslu Bengkalis, Usman ketika didapuk menyampaikan sambutan dalam kegiatan Rapat Konsolidasi Nasional Penguatan Tata Kelola Kelembagaan Pengawas Pemilu. Kegiatan yang diselenggarakan Bawaslu RI di Hotel Mercure, Ancol Jakarta 7 s.d 10 Desember 2025.
Mengutip pernyataan Lolly Suhenty, Usman menyatakan pentingnya Bawaslu terus terhubung ke masyarakat, terutama di masa-masa non tahapan ini, dikarenakan masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan jajaran pengawas pemilu. Masyarakat memiliki peran besar dan berpartisipasi dalam penyelenggaraan pemilu atau pemilihan.
“Konsolidasi dan penguatan kelembagaan ini memiliki makna yang sama. Oleh sebab itu pondasi kelembagaan harus kuat dalam hal karakter integritas, kemampuan dalam berintegritas itu sediri, dan hubungan dengan masyarakat harus bagus,” tegas Lolly Suhenty seperti disampaikan Usman.
Lebih lanjut dikataka lagi, bahwa peran masyarakat dalam berpartisipasi untuk penyelenggaraan Pemilu di Indonesia tidak lepas dari sejarah. Secara bertahap dan beproses dengan pasti hubungan masyarakat dengan pengawas Pemilu tidak bisa dipisahkan.
Harapan yang sama juga sebagaimana disampaikan Anggota Bawaslu RI Totok Haryono, Dr Puadi dan Herwyn JH Malinda. Sebagai pengawas pemilu, seluruh pihak, baik dari tingkat pusat hingga daerah berkewajiban untuk senantiasa menjaga Pemilu agar berjalan secara demokratis, jujur dan adil.
“Bangun komunikasi dengan publik agar tugas-tugas pengawasan dapat berjalan dengan baik. - Kita akan himpun Daftar Infestaris masalah untuk dilakukan evaluasi dan memperbaiki proses pengawasan Pemilu ke depannya. Perlu diingat juga, bahwa Bawaslu harus menjadi lembaga yang adaptif dan berbasis digital kedepannya,” harap Anggota Bawaslu RI Herwyn JH Malinda seraya menambahkan bahwa setiap hasil pengawasan pemilu kedepannya harus berbasis data. Tidak boleh hasil-hasil pengawasan berbasis asumsi. Untuk itu, kedepannya Bawaslu akan melalukan inovasi dalam diklat yang diberikan kepada jajaran pengawas di tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan juga adhoc.(humas_bawaslubks)
Penulils dan Foto : Marzuli