Wujudkan Lembaga Legislatif yang Berintegritas, Budi Kurnialis : Pengawasan Partisipatif Penting untuk Terus dilakukan
|
BENGKALIS, Bawaslu Bengkalis – Anggota Bawaslu Kabupaten Bengkalis, Budi Kurnialis menegaskan jika pengawasan partisipatif penting untuk terus dilakukan dalam mewujudkan lembaga legislatif yang berintegritas. Pengawasan partisipatif merupakan salah satu instrument dalam menjaga transparansi, akuntabilitas dan integritas penyelenggaraan pemilu.
Demikian ditegaskan Budi Kurnialis, Sabtu (06/06/2026), ketika didaulat menjadi salah seorang narasumber dalam kegiatan Seminar Legislatif & Workshop Kepemiluan yang diselenggarakan Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) Politeknik Negeri Bengkalis di Aula Mini Conference Politeknik Negeri Bengkalis.
Dalam kesempatan tersebut, Budi Kurnialis menyampaikan materi bertajuk “Peran Pengawasan Partisipatif dalam Mewujudkan Lembaga Legislatif yang Berintegritas.” Dalam paparannya ia menegaskan bahwa keberhasilan demokrasi tidak hanya bergantung pada penyelenggara pemilu dan peserta pemilu semata, melainkan juga memerlukan peran serta keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawasi seluruh proses demokrasi yang berlangsung.
“Pengawasan partisipatif merupakan salah satu instrumen penting untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, dan integritas dalam penyelenggaraan pemilu. Selain itu, juga sebuah proses politik yang menghasilkan anggota legislatif yang berkualitas,” ujar Budi Kurnialis seraya menambahkan jika Bawaslu Bengkalis sendiri akan terus mendorong penguatan pengawasan partisipatif ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas demokrasi dan keterlibatan publik dalam pengawasan pemilu.
“Partisipasi masyarakat dalam pengawasan menjadi kunci untuk mencegah berbagai potensi pelanggaran pemilu. Dengan keterlibatan publik yang aktif, proses demokrasi akan semakin transparan dan mampu melahirkan lembaga legislatif yang berintegritas serta dipercaya masyarakat,” tambah Budi Kurnialis lagi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif tidak hanya dilakukan pada saat tahapan pemilu berlangsung, tetapi juga dapat diwujudkan melalui peningkatan literasi politik, pendidikan demokrasi, serta penguatan kesadaran masyarakat terhadap hak dan kewajiban sebagai warga negara.
Kegiatan seminar ini berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan diskusi dari peserta terkait tantangan pengawasan pemilu di era digitalisasi, peran generasi muda dalam menjaga demokrasi, serta upaya mencegah praktik politik uang dan penyebaran informasi hoaks.
Di akhir paparannya, Budi Kurnialis yang juga Koordinator Divisi Penanganan Pelanggatan, Data dan Informasi Bawasu Bengkalis ini berharap agar mahasiswa serta generasi muda dapat menjadi agen pengawasan partisipatif di lingkungan masing-masing. Keterlibatan generasi muda, lanjutnya, sangat penting dalam membangun budaya demokrasi yang sehat dan berintegritas menuju pemilu dan pemilihan yang lebih berkualitas di masa mendatang.
Seminar Legislatif & Workshop Kepemiluan tersebut menjadi salah satu wadah edukasi demokrasi yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai sistem kepemiluan, fungsi lembaga legislatif, serta pentingnya pengawasan partisipatif sebagai pilar utama dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.(humas_bawaslubks)
Penulis : Rozali, S.H
Foto : Jamaludin
Editor : Marzuli, S.HI