Lompat ke isi utama

Berita

Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026, Andi Setiawan : Siapkan Generasi Muda dan Masyarakat Kawal Pemilu

Andi

Andi Setiawan selaku Anggota Bawaslu Kabupaten Bengkalis yang juga Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi dan DIklat saat menyampaikan materi pada Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 Bawaslu Kabupaten Bengkalis, Sabtu (13/6/26)

BENGKALIS, Bawaslu Bengkalis – Bawaslu Kabupaten Bengkalis di tahun 2026 ini kembali menggelar kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 dengan tema “Berfungsi dan Bergerak”. Tema yang diangkat secara nasional ini diusung dalam rangka menyiapkan generasi muda dan masyarakat sebagai garda terdepan dalam mengawal serta mengawasi proses demokrasi Pemilu selanjutnya.

Anggota Bawaslu Kabupaten Bengkalis yang juga Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi dan DIklat, Andi Setiawan ketika menyampaikan materi berjudul Peran SDM, Organisasi & DIklat pada P2P ini mengatakan, bahwa salah satu tugas dan fungsi Divisi SDM, Organisasi dan Diklat di Bawaslu Bengkalis ialah penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengelolaan organisasi dan tata kerja,Pendidikan dan pelatihan kepemiluan.

Melalui kegiatan P2P ini, lanjut Andi Setiawan, sejatinya dalam rangka mencetak para kader pengawasan partisipatif pemilu yang berintegritas, meningkatkan kompetensi masyarakat, membangun jejaring pengawasan demokrasi, serta memperluas edukasi terkait kepemiluan.

“Pengawasan partisipatif merupakan suatu program exit strategy jangka panjang untuk menguatkan ekosistem pengawasan masyarakat di masa non-tahapan, yakni untuk menuju Pemilu 2029 yang bermartabat,” kata Andi Setiawan.

Sebagaimana diketahui, topik Pendidikan Pengawasan Partisipatif Tahun 2026 yaitu Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2019 yang bermartabat, yang pada praktek pendidikannya membahas sejumlah hal penting, diantaranya terkait teknis pencegahan pelanggaran dan sengketa proses pemilu, teknis pelaporan dugaan pelanggaran pemilu, teknis permohonan penyelesaian sengketa proses pemilu, teknis pengembangan gerakan pengawasan partisipatif, teknis penguatan jaringan dan pemberdayaan komunitas, serta teknis pengawasan partisipatif berbasis digital.

Melalui kegiatan ini diharapkan mampu menghadirkan pengawasan partisipatif yang bertanggung jawab bersama untuk menjaga demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat. “Melalui penguatan SDM dan Pendidikan politik, masyarakat diharapkan lahirnya kader pengawasan partisipatif yang mampu menjadi mitra startegis Bawaslu menuju Pemilu 2029 yang ber integritas,” pungkas Andi Setiawan.(humas_bawaslubks)

Penulis : Dewi Purwanti, S.H
Foto : Novella Ayu Astuti, S.Kom

Editor : Marzuli, S.HI