Lompat ke isi utama

Berita

Kuota Terpenuhi, Bawaslu Bengkalis Siap Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) 2026

Rapat

Rapat Persiapan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) bertempat di ruang rapat Bawaslu Bengkalis, (6/5)

BENGKALIS, Bawaslu Bengkalis – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bengkalis menyatakan kesiapan penuh untuk menyelenggarakan program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) tahun 2026. Kepastian ini muncul menyusul terpenuhinya kuota peserta sebanyak 40 orang yang akan menjadi ujung tombak pengawasan partisipatif di wilayah tersebut.

​Pelaksanaan kegiatan ini merujuk pada Surat Keputusan Bawaslu RI Nomor: 91/PM.05/K.1/05/2026 serta Instruksi Bawaslu Provinsi Riau Nomor: 6/PM.05/RA/04/2026 mengenai standar pelaksanaan P2P tahun 2026.

Antusiasme Tinggi Masyarakat

​Anggota Bawaslu Bengkalis, Ardi Suprianto, menyampaikan bahwa seluruh tahapan persiapan telah dilaksanakan dengan matang, mulai dari sosialisasi di media elektronik dan media sosial, pembukaan pendaftaran, hingga seleksi administrasi.

​"Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat Kabupaten Bengkalis. Dari banyaknya pendaftar, saat ini telah terpilih 40 peserta yang siap mengikuti pendidikan. Ini membuktikan tingginya kesadaran warga untuk ikut andil dalam mengawal demokrasi," ujar Ardi pada Rabu (6/5/2026).
​Para peserta yang terpilih berasal dari latar belakang yang beragam, meliputi:
​Unsur mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan, ​Organisasi kepemudaan, ​Tokoh dan anggota masyarakat umum.

Metode Tatap Muka dan Penguatan Materi

​Berbeda dengan pelaksanaan tahun 2025 yang digelar secara daring (online), P2P tahun 2026 akan dilaksanakan dengan metode tatap muka secara langsung di kantor Bawaslu Bengkalis. Langkah ini diambil untuk memastikan kedalaman pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan.
​Adapun materi fokus utama dalam pelatihan ini meliputi:
​Wawasan mendalam mengenai Demokrasi dan Kepemiluan,
​Teknis dan strategi pencegahan pelanggaran, ​Prosedur penindakan pelanggaran pemilu.

​Seluruh jajaran Pimpinan dan Kesekretariatan Bawaslu Kabupaten Bengkalis akan terjun langsung sebagai narasumber guna memberikan pembekalan yang komprehensif.

Sinergi untuk Pemilu Berkualitas

​Program P2P ini merupakan angkatan kedua. Ardi berharap para alumni P2P tahun 2026 dapat berkolaborasi dengan alumni tahun 2025 untuk membentuk jejaring pengawasan yang solid.

​"Harapan kami, kawan-kawan P2P dapat menjadi mitra strategis Bawaslu dalam mensosialisasikan pentingnya pengawasan partisipatif. Partisipasi aktif masyarakat adalah kunci utama untuk mewujudkan pemilu yang sukses, jujur, dan adil di masa depan," pungkasnya.

Penulis : Humas Bawaslu

​Editor: Hasan Asyary

Foto : Masyandi